Teknik Aman Jual Beli Rumah via Developer

Teknik Aman Jual Beli Rumah via Developer

Tidak semua orang tahu prosedur jual beli properti di developer (pengembang). Secara mekanisme, developer menjual ke pasar primer, namun pembeli belum bisa menempati langsung, setelah ada kesepakatan antara penjual dan pemeli, barulah pihak developer membangun rumah yang Anda beli, kira-kira butuh waktu bulanan tergantung tipe luasan yang anda beli. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui detilnya, berikut ini cara pembelian properti melalui developer, namun ini belum tentu terjadi untuk semua developer, bisa saja lain developer lain pula aturan mainnya. Dari itu tanyakan secara lengkap kepada pihak marketingnya :

Slide1

1. Booking Fee

Setelah pihak developer memulai memasarkan unit rumahnya dengan pamflet, flyer, baleho dll maka Anda langsung bisa melihat dan ngecek lokasi, unit, harga, dll yang sudah ditentukan. setelah Anda mengerti dan Anda minat maka mulailah dengan booking fee/tanda jadi yaitu dengan menyetorkan sejumlah uang sebagai tanda bahwa Anda serius. Dan tanyakan juga, apakah uang booking fee tersebut bisa menjadi bagaian dari harga atau diluar harga jual.

2. Desain Produk (bangunan)
Setelah Anda memilih unit kavling yang tersedia, maka Anda akan disuguhkan desain bangunannya. Tanyakan apakah Anda berhak untuk merubah dengan menambahi dan mengurangi desainnya, tentunya akan ada tambahan biaya jika Anda tambahkan desainnya, ataukah desain yang disuguhkan sudah final. Bagaimana sebaiknya? Jika Anda sudah puas dengan desainnya, memang sebaiknya Anda tidak perlu merubah bentuk desainnya karena akan bertambah harga bangunannya. Silahkan merubah ketika sudah lunas dan menjadi hak Anda.

3. Proses KPR (Kredit Perumahan Rakyat)
Proses KPR terdiri dari pengumpulan syarat-syarat KPR, proses penilaian baik agunan maupun perhitungan analisa kelayakan konsumen dalam membayar angsuran KPR sampai dengan munculnya persetujuan KPR dari Bank. Devceloper akan mengawal proses KPR, karena sangat erat kaitannya dengan kepastian pembayaran, pembangunan rumah dan serah terima rumah. Kira-kira butuh waktu 2 minggu untuk proses tersebut.

4. Perjanjian Cara Pembayaran
Setelah adanya uang muka (DP), maka bangunan segera dimulai, dan tentukan cara pembayarannya sesuai dengan kemampuan Anda. Beberapa cara pembelian properti, semua anda yang menentukan. Jika Anda punya cukup uang untuk bayar tunai, silahkan dengan tunai keras atau bertahap (tunai dalam 5 bulan misalnya). atau anda menggunakan KPR, yaitu dengan sistem angsur perbulan dan biasanya Bank menyarankan (30%) dari gaji anda. silahkan anda menentukan berapa bulan angsuran, dan berapa jumlah uang perbulan yang harus anda setor ke Bank. kelebihan dari sistem KPR selain bisa dibayar bertahap, anda juga mendapatkan kepastian pembayaran dan mengamankan kemungkinan konsumen dari gagal bayar apabila KPR tidak disetujui.

5. Uang Muka (Down payment)
Uang muka berlaku jika anda memilih sistem KPR, pada dasarnya DP bisa bervariatif semua menyesuaikan kondisi perokonomian Indonesia. ingat ketika krisis global menerpa dunia, Bank kita masih berani dengan DP 0-10% dari harga jual, namun saat ini tidak lagi. Bank lebih memilih aman dengan DP 20-30% dari jumlah pembayaran. mengenai pembayaran DP, akan ada ketentuan dari pihak deveoper, biasanya 2-3 minggu setelah tanda jadi diterima. Namun ada baiknya DP dibayar setelah anda selesai mengurus sistem KPR dengan Bank, agar anda merasa ada kepastian prosentase dan penjadwalan pembayaran dari Bank tersebut.

6. Pembangunan
Setelah proses KPR disetujui Bank, DP sudah masuk, maka pembangunan sudah kudu dilaksanakan dan akan memakan waktu tergantung besaran unit rumah tersebut. misalnya untuk tipe 45 m2 butuh waktu 4 bulan pembangunan.

7. Serah Terima
Setelah pembangunan 100%, maka sudah siap untuk serah terima ke konsumen (pembeli). Masa retensi pada umumnya selama 3 bulan setelah serah terima rumah.

8. Akad Jual Beli
Akad jual beli (AJB) adalah peralihan hak hukum atas tanah dan bangunan. Hanya dapat dilakukan Notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah lainnya. Tentunya sertifikat yang dahulunya atas nama penjual atau developer akan beralih dan diatasnamakan ke konsumen. AJB mengandung kewajiban pembayaran pajak. AJB dapat dilakukan sebelum serah terima rumah apabila skema pembayaran melalui KPR dengan KPR inden. Beda KPR inden dengan KPR biasa adalah pencairan KPR dapat dilakukan secara bertahap sebelum bangunan dimulai.

9. Pencairan KPR
Setelah dilakukan AJB dan dibayarkan pajak-pajaknya, dengan dasar tersebut maka akan dilakukan proses pencairan KPR. Tentu saja dalam pencairan KPR, konsumen akan diikat dalam perikatan kredit oleh Bank pemberi KPR di hadapan Notaris perikatan kredit yang ditunjuk oleh pihak Bank. Pencairan KPR tidak harus menunggu bangunan 100% jadi. Dengan KPR Inden, pihak developer dapat mencairkan sebagian nilai KPR.

Advertisements

Rumah Idaman Berikut Tips Mendapatkannya

Setiap orang yang sudah berkeluarga sudah pasti mendambakan sebuah rumah idaman. Namun demikian tidaklah mudah untuk memiliki sebuah rumah idaman, apalagi bagi orang yang perpenghasilan pas-pasan memerlukan waktu yang cukup panjang untuk dapat memiliki sebuah rumah.

Rumah Idaman Berikut Tips Mendapatkannya Bagi mereka yang memiliki kantong tebal tidak perlu dibicarakan bagaimana mendapatkan sebuah rumah, tapi saya di sini ingin berbagi untuk mereka yang hanya memiliki penghasilan pas-pasan. Bagi mereka yang memiliki penghasilan pas-pasan untuk sementara harus mengontrak/ menyewa sebuah rumah kontrakan atau bahkan harus menempati rumah petak yang sempit dan sumpek.

Sebaiknya Anda selama menempati rumah sewa/rumah petak harus selalu berfikir dan berkeinginan kuat untuk memiliki sebuah rumah, sebab tanpa keinginan yang kuat sampai kapanpun tidak akan terwujud impian tersebut. Memiliki keinginan jangan hanya dalam ucapan, melainkan harus dengan upaya yang serius. Penghasilan adalah relatif, besar atau kecil akan sama saja jika kita tidak dapat mengaturnya.

rumah idamanSebagai contoh, Anda seorang Negeri Sipil baru diangkat dengan golongan III/a, gaji perbulan sekitar 2 jutaan rupiah, baru berumah tangga dan telah punya sikecil 1 orang, dan Anda saat ini mengontrak sebuah rumah kecil. Anda merasa tidak mampu dalam waktu dekat untuk mendapatkan sebuah rumah, dan tidak berani mengambil KPR-BTN karena gaji Anda tidak cukup untuk membiayai keperluan sehari-hari.Untuk membangkitkan motivasi coba simak pengalaman nyata saya.. yang pada awalnya selalu takut dan ragu-ragu untuk mengambil keputusan mendaftar kpr-btn.

Pengalaman tersebut pernah saya alami dan saya selalu merasa takut dan tidak berani untuk mendaftar KPR-BTN, takut tidak dapat mencicil. Ada seorang teman saya yang nekat mendaftar, padahal pendapatan hampir sama. Setelah berjalan 3 tahunan, ternyata teman saya mampu membayar cicilan rumah.. bahkan bisa menambah kamar. Ternyata teman saya yang nekat itu, setelah mempunyai tanggungan cicilan rumah menjadi bangkit motivasinya untuk mendapat penghasilan selain dari gaji sebagai PNS dengan cara menekuni bisnis online, yang ternyata cukup untuk membayar cicilan rumah. Sejak itu, sayapun memberanikan diri untuk mengambil KPR. Ternyata benar, setelah saya merasa punya kewajiban mencicil rumah.. terbukalah keinginan untuk berjualan sembako dan sayuran di rumah KPR-BTN yang baru saya tempati. Setiap pagi saya mengantar istri belanja ke pasar, dan hasilnya ternyata bisa untuk membayar cicilan rumah, bahkan lebih.

Nah, dari cerita tersebut ternyata dengan keinginan kuat bahkan nekat.. ternyata jalan terbuka karena ada dorongan motivasi yang kuat sehingga kreativitaspun muncul dengan sendirinya. Jadi, intinya kalau kita hanya mengandalkan penghasilan yang ada.. tanpa ada keinginan untuk mendapat penghasilan sampingan, maka sampai kapanpun tidak akan dapat mewujudkan impian. Saya yakin setiap orang memiliki bakat dan kehlian yang berbeda untuk berkreasi. Yang terpenting dalam mencari penghasilan sampingan jangan mengganggu pekerjaan pokok, baik sebagai PNS, maupun sebagai karyawan perusahaan. Itulah tips memiliki rumah bagi yang berpenghasilan pas-pasan.